Sop Buah dari Tangan Perfeksionis

Sop Buah dari Tangan Perfeksionis
Sop Buah dari Tangan Perfeksionis/alifiharafi.com

Ini merupakan tulisan yang pertama di Bulan Ramadhan,┬ákarena baru sempat menulis lagi. Sebelumnya saya ucapkan, “selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya”. ­čÖé

Ketika menjelang berbuka puasa semua orang berburu ta’jil, seperti kolak pisang, sop buah, atau yang lainnya yang manis-manis. Hari ini saya berbuka puasa dikantor dan memilih sop buah “langganan” diseberang kantor┬áuntuk menyambut adzan maghrib.

Bagi saya sop buah ini “luar biasa”, karena proses pembuatannya sangat “apik”, ukuran potongan buah-buahannya rapi. Jadi kalau saya lihat engga ada yang kegedean, atau yang kekecilan potongannya. Buah-buahannya pun selain segar, banyak campurannya, mulai dari buah strawberry, alpukat, nangka, sirsak, buah naga, mangga, pisang, anggur, dan lain-lain. Campuran buah-buahannya suka berbeda setiap beli, tapi yang paling sering ada, yang hampir pasti ada itu buah anggur, buah naga, strawberry, apel, keempat buah itu pasti aja ada (maklum sudah cukup lama┬álama┬ádari sebelum bulan puasa, karena seringkali sop buah ini untuk menggantikan menu makan siang, hehe).

Saat ini harga satu porsi Rp. 12.000,-, buah-buahannya banyak dan mengenyangkan. Maka dari itu kenapa saya biasanya makan siang di hari-hari biasa dengan sop buah karena sudah mencukupi sebagai pengganti nasi. Bagi yang mau shalat tarawih setelah berbuka puasa nanti, ini bisa menjadi menu yang pas pengganti nasi supaya tidak mengantuk ketika shalat tarawih. ­čśÇ

Sempat saya melihat roda tukang sop buah yang ada di pinggiran jalan tersebut. Kesan pertama liat rodanya, keren! karena┬ákinclong banget kaca rodanya. Jadi buah-buahannya tidak disimpan di keranjang atau diberikan tempat khusus, langsung saja menempel ke kaca. Terlihat buah-buahan segarnya dari balik kaca, kayu-kayu rodanya, bahkan sampai velg-velg rodanya juga bersih. Pokoknya semua peralatannya bersih. Jadi pembeli seperti saya ini pun merasa tenang karena penyajiannya higienis. ­čÖé

Teman kantor saya pun ada yang detail memperhatikan potongan apelnya, kata teman saya itu, kalau apel bekas dipotong seharusnya lama kelamaan berwarna kecoklatan, tapi ini masih tetap terlihat segar. Dan teman saya yang lainnya pun sempat bilang kalau penjual sop buah itu agak lama buatnya, sampai bungkus plastik yang kurang rapi, dirapikan kembali.

Begitulah.. itulah mengapa saya menyebut penjual sop buah itu dibuat dari “Tangan┬áPerfeksionis”.

Bagi yang tinggal di Bandung, dan tertarik ingin mencobanya, bisa berkunjung ke Sop Buah HDHT, di Jalan Buah Batu, dekat (depan) Sahara Tours & Travel, sebelum Fuji Film. Untuk lebih jelasnya saya tandai menggunakan Google Maps di sini.

Note: Ini bukan tulisan advertorial┬áyah, tapi testimonial pribadi, hehe ­čśÇ

Published by

Muhammad Riza Alifi

Contemplative Learner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.